RSS

Aku Merasakan Multitasking

Aku Merasakan Multitasking


Aku merasakan multitasking
Menjalani sehari dengan running aktivitas bervaraiasi
Dengan rute tempuh juga tidak terlalu pendek
Tapi ada niat dalam hati
Doa yang mengiringi
Bukan hanya dalam diri tapi orang-orang yang menyayangi
Kadang merasakan overload dalam diri
Manakala fisik tak mampu berbagi semua
Rasa lelah menyergap
Harus cepat diantisipasi
Merefresh sejenak diri
Dalam hiburan yang menyenangkan hati
Kuncinya aku temukan
Di dalam kondisi multitasking yang selalu running setiap hari
Aku harus mampu memanage dengan baik dan rapi
Allah always keep us..

Cerita yang tak bertuan

Aku hampir tak mengerti apa mau mereka
Tak sedikit lakunya menimbulkan amarah
Entah ke level berapa ini kesabaranku ada
Bila saja dia paham
Bahwa tak sepantasnya dia berlaku demikian
Bagaikan memakan daging saudaranya sendiri
Menjijikan bukan..
Rasanya seperti itu

Tuhan itu Maha Tahu Segalanya
Kalau ping Tuhan belum juga membuat lakunya berubah
Apa harus menunggu hingga maut tiba hingga tak sempat untuk melakukan perbaikan

Kali ini aku tetap ingin bersabar
Pada level berapa pun Tuhanku
Peganganku hanya Tuhan
Segalanya menjadi tenang dalam batinku
Biarkan jika itu memang sebagian perjalanan dalam lingkar
Semoga kado Tuhan yang ternanti datang
Aku juga tidak tahu kapan batas umurku
Jadi untuk apa menanggapi kejahatan mereka
Bukankah memelukNya adalah sesuatu hal yang paling tenang dan nyaman di atas segala-galanya.

Gerimis

Rintik-rintik gerimis
Membawa suasana dingin bergelanyut dalam sendi
Tulang-tulang berdecap merasakan dinginnya air yang turun perlahan

Gerimis membawa perjalanan otak kemana-mana
Ada yang tanpa sengaja mengingat sesuatu yang tiba-tiba muncul dalam benak
Ada juga membayangkan sepaket harapan yang ingin tergapai ke depan
Dan ada memikirkan yang baru saja terjadi

Ditemani secangkir coffee hangat
Mengobati kedinginan suasana dalam rintik gerimis
Yang berkomplemen dengan beberapa cemilan hangat
Menghangkatkan badan demi tahap ke kerongkongan sampai lambung

Dedaunan terlihat segar menantang gerimisnya hujan kala itu
Semakin gerimis berjalan cepat semakin butiran-butiran udara
Tertutup kabut angin dan air
Masih duduk di teras depan menikmati
Sepaket pemberian Sang Illahi pada sore hari ini
Nikmat sekali