Berjalan dalam pijakan langkah yang terkoyak
Berjuang demi sesuatu yang sederhana
Bahagia
Berlari ketika waktu mulai terhimpit dengan batasan
Berharap demi sesuatu yang mulia
Cinta
Banyak noda yang tertuang dalam setiap kuman dunia
Hambatan dan cercaan yang ingin menghancurkan semua dalam diri
Tak jadi masalah dalam langkah pijakan
Ini sebuah perjalanan
Realita yang harus ditemui dan dihadapi
Badai terpaan sedang dengan gigih terhimpun
Menyusun kerangka kuman yang senantiasa mencari celah penghancuran
Mengapa tiada surut, bila laut sudah tiba melambaikan kekeringan
Datang musim pasang dalam gerimis
Kokoh dalam diri ikatan tali
Sedang berbisik yakin pengadilanNya
Akan tiba dalam tempo yang berirama
Masa proses tetap berjalan
Input sudah kuman berikan
Tinggal menunggu proses menghasilkan output
Bila dia datang biarkan tak seorang pun tahu
Mempersilahkan singgah pada kuman
Dan cukup ku tahu
Terima kasih bahwa proses membawa ku dalam suatu tempo
Yang menjadikanku berpijak jaoh dari rute pendewasaan
Thansfull Tuhan...
Engkau mempersilahkanku untuk tetap berjalan
Dan memberiku kado yang tak terduga
Bahagia dan Cinta...
Sayang Dengarkanlah.....
Diposting oleh
Astika Ayuningtyas
/
Comments: (0)
Sayang...
Dengarkan ku bicara padamu
Pada peristiwa yang selalu dinamis
Merambat bersama waktu bermetamorfosis
To be better..
Sayang...
Dengarkan ku bicara padamu
Pada hati yang selalu sayangi
Berkembang bersama waktu yang bermetamorfosis
To be winner..
Sayang...
Dengarkan qu bicara padamu
Pada pikiran yang selalu bertahta
Tumbuh bersama waktu yang bermetamorfosis
To be shapely..
Sayang...
Dengarkan ku bicara padamu
Aku sayang kamu
Jangan ragu
Hingga membuatmu menjadi cemburu
Cemburumu akan menguras hati
Nahkodakan cemburumu dengan pkiran dan hatimu
Aku akan tetap disini dengan hatiqu
Dengarkan ku bicara padamu
Pada peristiwa yang selalu dinamis
Merambat bersama waktu bermetamorfosis
To be better..
Sayang...
Dengarkan ku bicara padamu
Pada hati yang selalu sayangi
Berkembang bersama waktu yang bermetamorfosis
To be winner..
Sayang...
Dengarkan qu bicara padamu
Pada pikiran yang selalu bertahta
Tumbuh bersama waktu yang bermetamorfosis
To be shapely..
Sayang...
Dengarkan ku bicara padamu
Aku sayang kamu
Jangan ragu
Hingga membuatmu menjadi cemburu
Cemburumu akan menguras hati
Nahkodakan cemburumu dengan pkiran dan hatimu
Aku akan tetap disini dengan hatiqu
Ku Tanam...
Diposting oleh
Astika Ayuningtyas
/
Comments: (0)
Aku telah menanam rasa yang sempat ku biarkan mengubur bersama waktu
Yang sempat aku sakiti dalam setiap perjalanan hidupku
Di setiap orang yang berusaha menuangkan secangkir cinta dan perhatian
Aku selalu berlari dan tak pernah berlabuh
Bahkan untuk memberhentikan kakiku
Menengok dan menanyakan maksud
Tebas sudah semua pemberian itu
Tapi tidak untuk sekarang
Kala itu..
Ada janji pelan-pelan terucap dalam hati
Menyibak mendung yang terus aku erat dalam hati
Belajar menerima orang lain
Yang tuangkan cinta dan perhatian
Hakekat kesadaran diri
Bahwa tak selamanya hidup menyendiri
Mengusir cinta yang datang temani diri
Membumbung tekat dalam diri
Berselimutkan berani
Belajar mencintai
Dengan pikiran dan hati
Yang sempat aku sakiti dalam setiap perjalanan hidupku
Di setiap orang yang berusaha menuangkan secangkir cinta dan perhatian
Aku selalu berlari dan tak pernah berlabuh
Bahkan untuk memberhentikan kakiku
Menengok dan menanyakan maksud
Tebas sudah semua pemberian itu
Tapi tidak untuk sekarang
Kala itu..
Ada janji pelan-pelan terucap dalam hati
Menyibak mendung yang terus aku erat dalam hati
Belajar menerima orang lain
Yang tuangkan cinta dan perhatian
Hakekat kesadaran diri
Bahwa tak selamanya hidup menyendiri
Mengusir cinta yang datang temani diri
Membumbung tekat dalam diri
Berselimutkan berani
Belajar mencintai
Dengan pikiran dan hati
Demonstrasi Cuaca...
Diposting oleh
Astika Ayuningtyas
/
Comments: (0)
Dedaunan sepertinya tengah menjerit
Rasakan kepanasan yang menggeliat-liat tubuhnya
Tanah-tanah berdemonstrasi mencari air yang terserap
Ini cuaca tak terduga berganti
Sedang terkena apa virus bumi ini
Atau dia sudah kelelahan dengan para penghuni
Ayam bebek mematuk-matuk mencari makan
Apakah mereka juga ikut berdemonstrasi dengan cuaca
Akh..Ada-ada saja gelitik pertanyaan ini
Tapi, mungkin saja karena getaran gelombang kita
Tak sampai mendengar keluhan mereka para hewan
Tumbuhan sedang berdiskusi dengan akar
Tampaknya sedang berbincang juga tentang cuaca
Daun lebih memilih untuk menggeliat-liat kepanasan
Seperti cancing saja ini...
Hei..cacing ada dimana sekarang?
bersembunyi ditengah-tengah kerongkongan kering tanah
Mungkin masih ada sisa pori kelembaban untuk mendinginkan dia
Bumi...
Rasakan kepanasan yang menggeliat-liat tubuhnya
Tanah-tanah berdemonstrasi mencari air yang terserap
Ini cuaca tak terduga berganti
Sedang terkena apa virus bumi ini
Atau dia sudah kelelahan dengan para penghuni
Ayam bebek mematuk-matuk mencari makan
Apakah mereka juga ikut berdemonstrasi dengan cuaca
Akh..Ada-ada saja gelitik pertanyaan ini
Tapi, mungkin saja karena getaran gelombang kita
Tak sampai mendengar keluhan mereka para hewan
Tumbuhan sedang berdiskusi dengan akar
Tampaknya sedang berbincang juga tentang cuaca
Daun lebih memilih untuk menggeliat-liat kepanasan
Seperti cancing saja ini...
Hei..cacing ada dimana sekarang?
bersembunyi ditengah-tengah kerongkongan kering tanah
Mungkin masih ada sisa pori kelembaban untuk mendinginkan dia
Bumi...
Ada...
Diposting oleh
Astika Ayuningtyas
/
Comments: (0)
Ada sepasang mata yang memandang
Dalam gerimis yang berselimut luka
Di kala itu..
Ada doa yang terpanjatkan dalam ragu
Mengusir keyakinan yang bersahabat dalam luka
Bukan siapa siapa
Hanya cerita yang pilu
Tentang perjuangan yang terbalik oleh masa
Tertawa dalam sendu peristiwa
Adakah kejelasan dalam irama cerita
Yang kian berkelabu
Jangan terus terusik jika niat hanya ingin menyakiti
Tak bisakan bersahabat
Waktu saja sudah memaafkan bersama dengan peristiwa yang kini terjalani
Sudah sudah perbaikilah saja apa yang ada sekarang
Jangan terus menambah kesalahan dan hanya berkoar tentang kesakitan
Semua orang pasti pernah merasakan hal yang sama
Ada indah karena ada coretan luka yang berbenah
Hingga masa itu dapat datang dan terasa
Dalam gerimis yang berselimut luka
Di kala itu..
Ada doa yang terpanjatkan dalam ragu
Mengusir keyakinan yang bersahabat dalam luka
Bukan siapa siapa
Hanya cerita yang pilu
Tentang perjuangan yang terbalik oleh masa
Tertawa dalam sendu peristiwa
Adakah kejelasan dalam irama cerita
Yang kian berkelabu
Jangan terus terusik jika niat hanya ingin menyakiti
Tak bisakan bersahabat
Waktu saja sudah memaafkan bersama dengan peristiwa yang kini terjalani
Sudah sudah perbaikilah saja apa yang ada sekarang
Jangan terus menambah kesalahan dan hanya berkoar tentang kesakitan
Semua orang pasti pernah merasakan hal yang sama
Ada indah karena ada coretan luka yang berbenah
Hingga masa itu dapat datang dan terasa
Twenty-Four Days
Diposting oleh
Astika Ayuningtyas
/
Comments: (0)
Bila sang petang mulai menghilang
Bergegas berganti gelapnyanya malam
Dan ditemani angin sepoi-sepoi yang bercanda dengan tulang
Mencoba membangkitkan diri dari sisa sisa kelelahan 24 jam ini
Biarpun sangat terasa mencoba cepat bergegas meninggalkan
Esok belum datang
Rancangan dipersiapkan, kelak tak terburu dan mengejar waktu 24 jam
Tak ingin terbuang dengan sia-sia
Atau bahkan tak berguna untuk diri dan sesama
24 jam menabung diri
Dalam kebaikan yang bertempur dengan halangan
Kadang terasa pahit kerikil yang terlempar
Tersadari bahwa diri bukan yang sempurna
24 Jam berjalan setiap hari
Berganti dan bertemu lagi
Begitulah rotasi bumi
Barang kali perputaran yang cepat tak tersadari
Bumi bertegur sapakah dengan planet yang laen
Bagaimana disana berjalan?
Tersenyum simpul dan bertanya menggelitik
Setiap waktu bermetamorfosis
Tiada yang kebetulan teraih
Itu buah dari kumpulan input dan proses
Mungkin output mengalami struct sesaat atau bahkan berkali-kali
Hingga masaNya datang akan indah
Dan berlipat-lipat indah yang tak terduga
Rancangan Tuhan selalu Amazing....
Bergegas berganti gelapnyanya malam
Dan ditemani angin sepoi-sepoi yang bercanda dengan tulang
Mencoba membangkitkan diri dari sisa sisa kelelahan 24 jam ini
Biarpun sangat terasa mencoba cepat bergegas meninggalkan
Esok belum datang
Rancangan dipersiapkan, kelak tak terburu dan mengejar waktu 24 jam
Tak ingin terbuang dengan sia-sia
Atau bahkan tak berguna untuk diri dan sesama
24 jam menabung diri
Dalam kebaikan yang bertempur dengan halangan
Kadang terasa pahit kerikil yang terlempar
Tersadari bahwa diri bukan yang sempurna
24 Jam berjalan setiap hari
Berganti dan bertemu lagi
Begitulah rotasi bumi
Barang kali perputaran yang cepat tak tersadari
Bumi bertegur sapakah dengan planet yang laen
Bagaimana disana berjalan?
Tersenyum simpul dan bertanya menggelitik
Setiap waktu bermetamorfosis
Tiada yang kebetulan teraih
Itu buah dari kumpulan input dan proses
Mungkin output mengalami struct sesaat atau bahkan berkali-kali
Hingga masaNya datang akan indah
Dan berlipat-lipat indah yang tak terduga
Rancangan Tuhan selalu Amazing....

